Received 25 March 2014, Accepted 25 March 2014, Published online 25 March 2014.
PENGARUH PERBANDINGAN MASSA Ca:P TERHADAP SINTESIS HIDROKSIAPATIT TULANG SAPI DENGAN METODE KERING
Ayu Fahimah Diniyah Wathi, Sri Wardhani*, Mohammad Misbah Khunur
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya
Jl. Veteran Malang 65145
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Brawijaya
Jl. Veteran Malang 65145
ABSTRAK
Tujuan : Mengetahui
pengaruh perbandingan massa Ca:P dan temperatur kalsinasi terhadap sintesis
biokeramik hidroksiapatit, Ca10(PO4)6(OH)2, dari tulang sapi.
Metode : Sintesis hidroksiapatit dilakukan
melalui metode kering, abu tulang sapi dan (NH4)2PO4 dengan perbandingan massa Ca:P sebesar 1:0,065;
1:0,038; dan 1:0,032 diaduk menggunakan magnetic stirrer (±3
jam), dipanaskan
dalam furnace (± 2jam) pada temperatur 1000ยบ
C.
Hasil :
Hidroksiapatit yang
optimal diperoleh pada perbandingan massa Ca:P sebesar 1:0,065.
Hasil karakterisasi dengan XRF: Kadar Fosfor meningkat sebesar
0,31%, Kadar kalsium menurun sebesar 3,6%.
Hasil Karakterisasi dengan FTIR
menunjukkan
pita
serapan gugus PO43-, gugus OH- ,
bending, dan karbonat.
PENDAHULUAN
Dewasa ini, penelitian mengenai biomaterial yaitu sintesis bahan
biokeramik, digunakan dalam bidang biomedis. Dari berbagai biokeramik yang
disintesis, salah satu yang sering digunakan adalah hidroksiapatit. Hidroksiapatit telah disintesis semenjak awal tahun 1970, sering
digunakan dalam bidang ortopedi dan periodontal, dalam kehidupan sehari dapat digunakan untuk
memperbaiki tulang dan gigi yang rusak. Selama ini, hidroksiapatit sintetis diimpor dengan harga yang mahal, yaitu
satu juta rupiah untuk setiap gram berdasarkan data BPPT. Di Indonesia, jumlah sapi yang dipotong pada tahun 2011 berjumlah
1.519.178 ekor. Pemotongan hewan tersebut tentu menghasilkan limbah, salah
satunya adalah tulang sapi. Tulang sapi
mengandung unsur kalsium dan fosfor yang menjadi unsur utama pembentuk
hidroksiapatit sehingga tulang sapi dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku dalam
sintesis hidroksiapatit.
TINJAUAN PUSTAKA
Hidroksiapatit termasuk
dalam senyawa kelompok mineral apatit, mineral anorganik penyusun tulang dan
gigi yang utama. Hidroksiapatit, mempunyai
rumus kimia Ca10(PO4)6(OH)2. Sifat yang dimiliki hidroksiapatit
antara lain bioaktif, biokompatibel, osteokonduktif, tidak toksik, dan tidak imunogenik.
Secara kimia, tulang sapi mengandung unsur seperti kalsium dan fosfor.
Kalsium yang terkandung dalam tulang sapi adalah sebesar 7,07% dalam bentuk
senyawa CaCO3, 1,96% dalam bentuk senyawa CaF2, dan 58,30% dalam bentuk senyawa
Ca3(PO4)2. Sedangkan fosfor sebanyak 2,09% dalam bentuk senyawa Mg3(PO4)2 dan
58,30% dalam bentuk senyawa Ca3(PO4).
METODE PENELITIAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
Reaksi yang terjadi dalam sintesis hidroksiapatit metode kering adalah :
10CaO + 6(NH4)H2PO4
Ca10(PO4)6(OH)2 + 6NH4OH + H2O
- Hasil Pengukuran dengan X-Ray Fluoresence
KESIMPULAN
Hidroksiapatit
dapat
disintesis dari tulang sapi yang telah dikalsinasi dan (NH4)H2PO4 melalui
metode kering. Semakin kecil massa fosfor yang ditambahkan
menyebabkan semakin sedikit rendemen yan terbentuk. Dan dihasilkan
hidroksiapatit paling optimal pada perbandingan massa Ca:P sebesar 1:0,065.
Hasil karakterisasi dengan XRF: Kadar Fosfor meningkat sebesar 0,31%, Kadar
kalsium menurun sebesar 3,6%.
Hasil Karakterisasi
dengan FTIR menunjukkan pita serapan gugus PO43-, gugus OH- bending, dan
karbonat.
DAFTAR PUSTAKA
1.Warastuti, Y., Abbas, B., 2011, Sintesis dan
Karakterisasi Pasta Injectable BoneSubstitute Iradiasi Berbasis Hidroksiapatit, Jurnal
Ilmiah Aplikasi Isotop dan Radiasi,halaman 73 - 95, Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi - BATAN,
JakartaSelatan.
2.Hassan, A., Swaminathan, D., 2011, An In Vitro Study to Evaluate the Genotoxicity ofValue Added Hydroxyapatite as a Bone
Replacement Material, Sains Malaysia, nomor40, volume 2, halaman 163 – 171.
3.Dewi,
T., 2007, Dari Batu Jadi Tulang, Tempo [Online], 15 Januari2014,
http://www.tempo.co/read/news/2007/01/15/06191264/Dari-Batu-Jadi-Tulang,
diaksestanggal 17 Januari 2014.
4.BPS,
2011, Jumlah Ternak yang Dipotong di Rumah Potong Hewan dan di LuarRumah Potong
Hewan yang Dilaporkan (Ekor) 2000 –
2012,http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=3&tabel=1&daf%09tar=1&id_subyek=24¬ab=13,
diakses tanggal : 20 September 2013.
5.Perwitasari, D.S., 2008, Hidrolisis Tulang
Sapi Menggunakan HCl untuk Pembuatangelatin, Pengolahan Sumber Daya Alam dan
Energi Terbarukan,
Surabaya, 18 Juni2008.
6.Science
Lab, 2005, MSDS (NH4)H2PO4, http://www.sciencelab.com/msds.php?msdsId=9927077,
diakses tanggal : 12 Januari 2014.
7.Muntamah,
2011, Sintesis dan Karakterisasi Hidroksiapatit dari Limbah CangkangKerang
Darah (Anadara granosa, sp), Tesis, Sekolah Pascasarjana, Institut PertanianBogor, Bogor.
8.Danilchenko,
S.N. dkk., 2009, Chitosanhydroxyapatite Composite Biomaterials Madeby a One
Step Co-precipitation Method : Preparation, Characterization and In VivoTests, Journal
of Biology Physic sand Chemistry 9(3), halaman 119-126.




